CAUSATIVE SENTENCES
Conditional Clause Type 1, 2 and 3
Name : Gerry Sentika R
CONDITIONAL CLAUSE TYPE 1, 2, 3
1. If I …. (prepare) the salad, Apin …
(decorate) the house.
Type 1 : If I prepare the salad, Apin will
decorated the house.
Type 2 : If I prepared the salad, Apin would
decorate the house.
Type 3 : If I had prepared the salad, Apin would
have decorated the house
2. If I … (cut) the tomato for the salad, Roup
… (peel) the ginger.
Type 1 : If I cut the onions for the salad, Roup will
peel the ginger.
Type 2 : If I cut the onions for the salad, Roup
would peel the ginger
Type 3 : If I had cut the onions for the salad,
Roup would have peeled the ginger.
3. If we … (tidy) up the kitchen, Heru … (clean) the toilet.
Type 1 : If we tidy up the kitchen, Heru will
clean the toilet.
Type 2 : If we tidied up the kitchen, Heru would
clean the toilet.
Type 3 : If we had tidied up the kitchen, Heru would
have cleaned the toilet
4. If I … (help) Uya with the glass, she … (buy) me a drink.
Type 1 : If I help Uya with the glass, she will
buy me a drink.
Type 2 : If I helped Uya with the glass, she
would buy me a drink.
Type 3 : If I had helped Uya with the glass,
she would have bought me a drink.
5. If I … (organise) the food, Doni … (make) the burgers.
Type 1 : If I organise the food, Doni will
make the burgers.
Type 2 : If I organised the food, Doni would
make the burgers.
Type 3 : If I had organised the food, Doni would
have made the burgers.
Type 1 : If Jarjit looks after the barbecue,
Mail will let the guests in.
Type 2 : If Jarjit looked after the
barbecue, Mail would let the guests in.
Type 3 : If Jarjit had looked after the
barbecue, Mail would have let the guests in
7. If Miya … (bring) along her Cds, Odete … (play) the DJ.
Type 1 : If Miya bring along her Cds, Odete will play
the DJ.
Type 2 : If Miya brought along her
CDs, Odete would play the DJ.
Type 3 : If Miya had brought along her
Cds, Odete would have played the DJ.
8. If Upin … (give) Alan some of her cocktail recipes, He … (mix) the drinks.
Type 1 : If Upin gives Alan some of her
cocktail recipes, He will mix the drinks.
Type 2 : If Upin gave Alan some of her
cocktail recipes, He would mix the drinks.
Type 3: If Upin had given Alan some of her
cocktail recipes, He would have mixed
the drinks.
9. If she … (come) to see us, we … (go) to the Mountain.
Type 1 : If she comes to see us, we will go to
the Mountain.
Type 2: If she came to see us, we would go to
the Mountain.
Type 3: If she had come to see us, we would have went
to the Mountain.
10. If you … (send) this goods now, she … (receive) it one week later.
Type 1 : If you send this goods now, she
will receive it one week later.
Type 2 : If you sent this goods now, she
would receive it one week later.
Type 3 : If
you had sent this goods now, she would have receive it one week
later.
11. If I … (see) him, I … (tell) you.
Type 1 : If I see him, I will tell you.
Type 2 : if I saw him, I would tell you.
Type 3 : if I had seen him, I would have told you.
12. If I … (find) your ring, I … (give) it back to you.
Type 1 : If I find your ring, I will give it back to
you.
Type 2 : If I found your ring, I would give it back to
you.
Type 3 : If I had found your ring, I would have gave
it back to you.
13. If I … (have) time in the evening, I … (go) shopping.
Type 1 : If I have time in the evening, I
will go shopping.
Type 2 : If I had time in the evening, I would go
shopping.
Type 3 : If I had had time in the evening, I
would have went shopping.
14. If Jhon … (get) a cheap flight, he … (go) to Papua.
Type 2 : If Jhon got a cheap flight, he would go
to Papua.
Type 3 : If Jhon had gotten a cheap flight, he would
have went to Papua.
15. If I … (can) cook, I … (be) a
chef.
Type 1 : If I can cook, I will be a chef.
Type 2 : If I could cook, I would be a chef.
Type 3 : If I had could cook, I would have been
a chef.
16. If they … (study) harder, they …
(pass) the exam.
Type 1 : If they study harder, they will pass the exam.
Type 2 : If they studied harder, they would pass
the exam.
Type 3 : If they had studied harder, they would have
passed the exam.
17. If I … (speak) Spanish, I … (go) to Spanyol.
Type 1 : If I speak Spanish, I will go
to Spanyol.
Type 2 : If I spoke Spanish, I would go
to Spanyol.
Type 3 : If I had spoken Spanish, I would have
went to Spanyol.
18. If you … (watch) this thriller film, You … (not be) able to sleep.
Type 1 : If you watch this thriller films,
You will not be able to sleep.
Type 2 : If you watched this thriller film,
You would not be able to sleep.
Type 3 : If you had watched this thriller film,
You would not have been able to sleep.
19. If the new house … (is ready) on time,
I … (move) into the new house.
Type 1 : If the new house is ready on time, I will
move into the new house.
Type 2 : If the new house was ready on time, I would
move into the new house.
Type 3 : If the new house had ready on time, I would
have moved into the new house.
20. If I … (have) the money, I … (buy) a Jet.
Type 1 : If I have the money, I will buy a Jet.
Type 2 : If I had the money, I would buy a Jet.
Type 3 : If I had had the money, I would have bought
a Jet.
21. If I … (come) late, my father … (scold) me.
Type 1 : If I come late, my father will scold me.
Type 2 : If I came late, my father would
scold me.
Type 3 : If I had come late, my father would
have scolded me.
22. If you … (know) the rules, you … (win) the game.
Type 1 : If you know the rules, you will win the game.
Type 2 : If you knew the rules, you would win the game.
Type 3 : If you had known the rules, you would have
won the game.
23. If we … (know) about your problem, we … (help) you.
Type 1 : If we know about your problem, we will help
you.
Type 2 : If we knew about your problem, we would help
you.
Type 3 : If we had known about your problem, we would
have helped you.
24. If we … (go) to Papua, we … (visit) the Raja Ampat.
Type 1 : If we go to Papua, we will visit
the Raja Ampat.
Type 2 : If we went to Papua, we would visit
the Raja Ampat.
Type 3 : If we had gone to Papua, we would have
visited the Raja Ampat.
25. If I … (have) time next week, I … (paint) my home.
Type 1 : If I have time next week, I will paint
my home.
Type 2 : If I had time next week, I would paint
my home.
Type 3 : If I had had time next week, I would
have painted my home.
Penjelasan Tentang Pentingnya Sistem Kemanan Sistem Komputer
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
Penjelasan Tentang Pentingnya Sistem
Kemanan Sistem Komputer
Nama : Gerry Sentika Riyanto
NPM : 14114492
Kelas : 4KA11
ABSTRAKSI
Gerry
Sentika Riyanto. 14114492.
Pengertian
Tentang Pentingnya Sistem Kemanan Sistem Komputer.
Kata
kunci: keamanan, komputer, sistem
(11)
Penulisan
ini bertujuan memberikan pengetahuan akan pentingnya sistem keamanan komputer,
karena sistem keamanan komputer ini bertujuan untuk melindungi komputer /
laptop dari gangguan virus atau yang lainnya, dan pentingnya mengetahui tentang
keamanan komputer para pengguna komputer / laptop dapat mengatasi atau mencegah
gannguan yang akan menyerang komputer / laptop mereka, karena kalau pengguna
komputer ini tidak mengetahui akan pentingnya sistem keamanan komputer, pasti
komputer yang digunakan mudah terkena gangguan dan tidak mengerti cara mengatasi
nya.
Keamanan
komputer sendiri adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama
keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Yang mempunyai tujuan untuk
mengamankan informasi ketika dibutuhkan. Dengan tujuan kemanan tersebut sistem informasi yang terserang atau terkena gangguan
dapat menghambat akses untuk menganggu informasi. Dilihat dari segi aspek ,ada
beberapa aspek seperti privacy adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang
yang tidak berhak mengakses. Selain privacy ada juga integrity.
Daftar
Pustaka (2012 – 2017)
TUGAS SOFTSKILL "Mecari Permasalahan Yang Berhubungan Dengan Sistem Manual"
SISTEM ANTRIAN ONLINE UNTUK BENGKEL
1.
Identifikasi
Masalah
Perkembangan
kendaraan pribadi saat ini mengalami kemajuan yang cukup signifikan dari
sebelumnya. Kendaraan
pribadi merupakan kebutuhan skunder yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat saat ini.
Salah satu indikatornya adalah bisa dilihat dari
banyaknya kendaraan yang menjadikan jalanan menjadi macet. Walaupun banyaknya
kendaraan yang sudah dijual oleh produsen akan tetapi bengkel atau tempat
sevice kendaraan pribadi ini masih terlalu sedikit dan masih menggunakan sistem
antrian manual, dimana pengguna kendaraan diharuskan mengantri sesuai nomor
antrian yang didapat. Sistem seperti ini membuat sebagian pelanggan menjadi harus
menunggu dan tidak tau sampai kapan untuk waktu gilirannya. Antrian yang
panjang dan lama akan menimbulkan kejenuhan dan sangatlah membuang waktu.
Setiap pelanggan yang datang
diharuskan mengambil nomor antrian dan menunggu di tempat yang telah disediakan
sampai gilirannya
3.
Kesimpulan
Sistem
Kesimpulan dari sistem antri online
untuk bengkel ini adalah untuk memudahkan para pelanggan yang ingin service
kendaraan mereka, mereka akan di berikan no antrian, lama waktu yang harus
mereka tunggu dan pemberitahuan jika telah gilirannya. Maka pelanggan tidak
perlu menunggu lama di tempat service untuk gilirannya.
Tugas Pengantar Animasi dan Desain Grafis 2
1. PENGARUH FAKTOR BUDAYA TERHADAP SUDUT
PANDANG DAN KUALITAS DESAIN GRAFIS.
Seiring
berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang dan kebudayaan juga makin maju
seiring berkembangnya berbagai macam teknologi tersebut. Sebuah kebudayaan
tidak pernah statis, dia berubah dan berkembang karena berbagai pengaruh, jadi
tidak ada kebudayaan itu yang mundur ke belakang.
Budaya
atau Kebudayaan merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan ide atau gagasan
pikiran manusia dan didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat sehingga dalam kehidupan sehari-hari.
Kebudayaan
bersifat abstrak, perwujudan Kebudayaan meliputi seluruh benda yang di buat
oleh manusia berdasarkan akal pikiran dari manusia tersebut dan di realisasikan
dengan bentuk atau wujud berupa benda, pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain dengan tujuan untuk
membantu manusia itu sendiri.
Kebudayaan yang terbentuk itupun juga
berubah sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga akar kebudayaan itu tidak
lagi terlihat dengan jelas. Misalnya kebudayaan tradisional gampang punah jika
tidak didokumentasikan dan dilindungi. Kebudayaan yang bersifat fisik sering
hancur oleh ulah manusia atau bencana alam, seperti gempa bumi, banjir dan sebagainya. (Sutikno : 2008)
Budaya
memberi pengaruh terhadap Desain Grafis
Pada dasarnya Desain Grafis adalah
sebagai salah satu aspek atau kegiatan budaya. Budaya sebenarnya adalah
merupakan peradaban yang terus berkembang dan pembentuk kebiasaan atau pola
pikir masyarakat dan memberikan pengaruh yang luas pada kehidupan
bermasyarakat. Dan kehidupan masyarakat tersebut bagian kecilnya adalah
perkembangan Desain Grafis sebagai wujud komunikasi bermasyarakat.
Dalam
membuat Design Grafis, tentunya ada unsur-unsur yang berpengaruh dan sangat
membantu desainer dalam membuat sebuah karya desain grafis. Diantara banyak
unsur, ada dua unsur yang sangat berpengaruh, yaitu, kebudayaan dan teknologi.
Bagaimana Desain Grafis memberikan
pengaruh terhadap perubahan Budaya?
Desain
grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau
gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Desain grafis melingkupi segala
bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara
visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media untuk menyampaikan
pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin. Seperti jenis komunikasi
lainnya desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan atau pun produk
yang dihasilkan (desain/rancangan) yang pada awalnya diterapkan untuk
media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur, juga diterapkan dalam
media elektronik yang disebut sebagai “desain multimedia.”
Menurut
Sugi, para desainer grafis harus memerangi kekerasan visual yang kini sering
ada dalam aneka tayangan dan iklan. Kekerasan tersebut tersampaikan melalui
ilustrasi visual dan suara yang tidak peka terhadap kondisi sosial budaya
khalayak penyimaknya. Dan kedepan, masyarakat akan semakin cerdas dan kritis
dalam menilai setiap karya yang hadir di ruang publik.
2. KOMPONEN DESAIN GRAFIS TERHADAP DUNIA
PERFILMAN
Dalam dunia perfilman desain grafis
adalah salah satu komponen yang terpenting. Karena tanpa adanya desain dan
grafis yang bagus film tidaklah menjadi sebuah karya yang bagus dan menarik.
Agar sebuah film dapat menarik perhatian penontonnya dan menjadi bagus serta
memiliki nilai seni yang tinggi ada beberapa komponen desain grafis yang
terdapat dan harus di perhatikan:
• Garis (Line)
Garis
adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.
• Bentuk (Shape)
Bentuk
atau shape adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar.
• Tekstur (Texture)
Tekstur
adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan
cara dilihat atau diraba.
• Ruang (Space)Ruang merupakan jarak
antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat
dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain.
• Ukuran (Size)
Ukuran
adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek.
Unsur ini digunakan untuk memperlihatkan mana objek manakah yang kita mau
tonjolkan.
• Warna (Color)Warna merupakan unsur
penting dalam obyek desain. Dalam perwarnaan hendaknya disesuaikan dengan
desain yang akan kita buat. Karena dengan warna orang bisa menampilkan
identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk
visual secara jelas.
3. CARA MANUSIA MERASAKAN PERKEMBANGAN DESAIN
GRAFIS SEHUBUNGAN DENGAN IMK
Kemampuan estetika dari desain grafis dan
tipografi adalah peningkatan yang penting terhadap desain sistem
manusia-komputer sebagai pengguna antarmuka menjadi lebih fleksibel dan
powerfull. Bagaimanapun, hal ini belum dapat diklaim untuk menjadi media baru
yang tekstual dan penampilan grafik yang diunggulkan. Jelasnya, tidak ada
individu dapat diharapkan mempunyai pelatihan formal di semua bidang tersebut,
walaupun permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang
multidisipliner, gabungan kemampuan sistem komputer dengan beberapa keahlian
ilmu manusia.
Ilmu
ini berusaha untuk menemukan cara yang paling efektif untuk dapat merancang
pesan secara elektronik, sedangkan interaksi manusia da computer sendiri
merupakan serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia
untuk berinteraksi dengan computer yang keduanya saling memberikan masukan dan
umpan balik melewati sebuah antar muka untuk mendapatkan hasil akhir yang
diharapkan.
4. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS
Sejarah
awal perkembangan desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia
dalam bentuk lambang-lambang grafis sign dan simbol yang berwujud gambar
(pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar dianggap lebih bersifat langsung
dan ekspresif, dengan dasar acuan alam. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan
manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi, tetapi sejak dulu
manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan
berburu binatang.
Selanjutnya
memasuki Era Cetak : Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan
sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun
1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa
digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland,
Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang
memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi
bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Pada
masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu
cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas
Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”. Pada perkembangan berikutnya, Aloys
Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Teknik cetak
lithografi menggunakan teknik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling
tolak antara air dengan minyak. Teknik ini memungkinkan untuk melakukan
penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar,
juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung
pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The
Golden Age of The Poster”. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang
menggunakan media batu litho.
Mulainya
perkembangan desain grafis mengalami perkembangan pesat yaitu pada saat kejayaan
kerajaan Romawi di abad pertama yang telah membawa peradaban baru dalam sejarah
peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta
alfabet latin yang dibawa dari Yunani. Dan pada saat ini adanya mesin cetak dan
komputer juga merupakan dua hal yang secara signifikan yaitu mempercepat
perkembangan penggunaan seni desain grafis hingga akhirnya diterapkan dalam
dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Koran, majalah, tabloid,
website dan animasi/kartun yang sehari-hari kita lihat adalah produk desain
grafis.
•
https://azwarpengetahuan.wordpress.com/2012/11/27/komponen-desain-grafis/
•
https://grunge2you.wordpress.com/2012/11/29/pengaruh-teknologi-terhadap-perkembangan-grafis-dan-permodelan-yang-ada-serta-pengaruh-grafis-terhadap-perubahan-teknologi/
•
http://yuliuswidi.blogspot.co.id/2014/09/desain-grafis-sebagai-perubah-budaya.html
Langganan:
Postingan (Atom)
Tugas 4 Bahasa Inggris Bisnis: The reason why i choose Information System as my major.
Why I choose the Information Systems ? because I like things that smells of computers or more precisely about programming and pc games. My ...
-
C hoose the letter of the underlined word that is not correct: 1. In 1963, Betty Friedan’s expose of domesticity, The Feminine M...
-
Why I choose the Information Systems ? because I like things that smells of computers or more precisely about programming and pc games. My ...
-
Teknologi Sistem Pakar & Sistem Cerdas Gerry Sentika Riyanto 14114492 3K...
